Faktor penyebab serta langkah perbaikan atas ketidaksesuaian data PPh 21 A1/A2 di aplikasi Coretax

Kendala Penerbitan A1/BPA1 di Coretax

Sering terjadi masalah saat membuat A1/BPA1 karena data PPh 21 masa sebelumnya tidak terakumulasi dengan benar. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaklengkapan penerbitan BPMP (Bukti Potong Masa Pegawai), misalnya:

  • BPMP dibuat dengan NPWP sementara (9990000000999000).
  • Proses impor/terbit ulang BPMP dilakukan ganda.
  • Kesalahan saat pembatalan massal BPMP (multiple selection).
  • BPMP masih berstatus konsep/disimpan, belum diterbitkan.

Akibatnya, jumlah pemotongan PPh 21 di BPA1/2 dan L-IB berbeda dengan catatan internal perusahaan.

Langkah Pengecekan Sebelum Eskalasi ke KPP

  1. Pastikan BPMP pegawai sudah terbit, tidak ada di grid konsep/invalid.
  2. Gunakan NIK valid, bukan NPWP sementara.
  3. BPMP harus diterbitkan sebelum membuat konsep A1/A2.
  4. Jika A1 dibuat lebih dulu, hapus konsep lama dan buat ulang agar data BPMP terbaru terakumulasi.

 

Cara Mendapatkan Data BPMP

  • Export dari Coretax: Menu eBupot → Bukti Pemotongan Bulanan → Grid Telah Terbit → Export Excel.
  • Melalui GENTA DJP Online: Login → Lapor → Pra Pelaporan → Generate Data → pilih dokumen “Bukti Potong Bulanan” → tunggu H+1 → unduh CSV → olah di Excel.

 

Solusi Perbaikan

  1. Hapus & terbitkan ulang BPMP jika masih menggunakan NPWP sementara atau terjadi duplikasi.
  2. Validasi NIK pegawai di portalnpwp.pajak.go.id agar NIK terdaftar di Coretax.
  3. Periksa format impor sesuai panduan DJP (hindari kesalahan kolom/angka).
  4. Prepopulated ulang A1/A2 setelah BPMP diperbaiki.
  5. Jika bukti potong berstatus Invalid, edit kembali, pastikan data lengkap, lalu simpan–submit–terbitkan ulang. Jika tetap gagal, minta ulang sertifikat elektronik/passphrase.

 

Ringkasan

Ketidaksesuaian data A1/A2 di Coretax umumnya terjadi karena:

  • BPMP tidak lengkap/terbit.
  • Penggunaan NPWP sementara.
  • NIK pegawai belum valid.
  • Kesalahan impor data.

 

Solusi utama: pastikan BPMP bulanan sudah benar, gunakan NIK valid, lakukan validasi, dan buat ulang A1 bila perlu. Dengan begitu, data PPh 21 tahunan akan sesuai dan otomatis terisi di sistem Coretax.

Related Blog

Leave a CommentYour email address will not be published.